Foto dan Naskah: Melvinas Priananda
Jalan panjang dan berliku harus dilalui untuk dapat sampai ke kawasan Taman Nasional Tesso Nilo di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu. Tesso Nilo merupakan salah satu blok hutan dataran rendah yang masih tersisa di Pulau Sumatera yang terletak di Provinsi Riau. Sebagian hutan Tesso Nilo ditunjuk menjadi taman nasional pada 19 Juli 2004 dengan luas 38.576 hektar yang sebagian besar berada di Kabupaten Pelalawan.
Terdapat dua kantong habitat gajah di kawasan hutan ini yang meliputi kawasan taman nasional dan kawasan di luar taman nasional sehingga perlu dilakukan perluasan untuk dapat mengurangi konflik manusia dengan gajah. Pada 15 Oktober 2009, Taman Nasional Tesso Nilo akhirnya diperluas berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan menjadi 83.000 hektar.
Sebagai kawasan yang memiliki keragaman hayati tertinggi di dunia, taman nasional ini memiliki beragam potensi ekologi lainnya, seperti keberadaan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) dan harimau sumatera yang berada di ambang kepunahan.
Melihat aktifitas memandikan gajah yang tergabung dalam pasukan “Flying Squad”, berdiskusi tentang kawasan Tesso Nilo, serta ritual pengambilan madu di pohon sialang dalam gelapnya malam adalah hal unik lainnya yang dapat ditemui di dalam kawasan tersebut.
Hamparan pasir putih pinggir Sungai Nilo yang berarus tenang, merupakan keasyikan tersendiri. Berbagai jenis pepohonan raksasa menjulang di sepanjang aliran sungai tersebut.
Menyusur kawasan taman nasional di pagi hari menggunakan perahu, membuka mata
akan rahasia keindahan alam yang selama ini terpendam di balik rimbunnya hutan dan berlikunya sungai.
Sebagai kawasan hutan lindung, Tesso Nilo juga tak luput dari perambahan hutan. Namun kerja keras dari berbagai instansi dan masyarakat setempat membuat kawasan ini selalu berbenah, guna menjaga kelestarian alam yang masih bertahan di antara rongrongan hutan tanaman industri dan perkebunan sawit.
Menatap kondisi Tesso Nilo, memperlihatkan bahwa manusia dapat hidup berdampingan dengan alam, asal ada kearifan di balik itu semua. Jaga Teso Nilo untuk generasi penerus.