26 September 2009 | 00:44
Banua Wuhu di Mahengetang

Foto dan naskah: Lasti Kurnia

BARU-BARU ini, sejumlah situs dan blog lokal dan asing ramai membahas gunung api bawah laut raksasa temuan tim gabungan pakar geologi Indonesia, Amerika Serikat, dan Perancis di perairan barat daya Sumatera.

Segenap rasa takjub sekaligus cemas mewarnai pembahasan di dunia maya itu. Maklum, kita lebih terbiasa melihat gambaran gunung di daratan, seperti lukisan pemandangan zaman Mooi Indie.

Sebagai negara kepulauan yang berada dalam pertemuan tiga lempeng kerak bumi utama, yaitu Lempeng Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia, sepanjang kepulauan Indonesia berisi rangkaian gunung berapi di daratan maupun di bawah permukaan lautnya.

Dari beberapa penelitian dan survei kelautan, sebagian besar gunung api yang telah terdeteksi berada di kedalaman puluhan hingga ribuan kilometer sehingga hanya dapat diselami dengan bantuan alat berteknologi khusus.

Di antara banyak gunung berapi terdapat dua gunung yang berada di perairan cukup dangkal. Salah satunya di Pulau Mahengetang, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Pertengahan Mei lalu dalam kunjungan singkat, saya sempat menyaksikan bentukan alam yang unik ini.

Banua Wuhu, demikian masyarakat setempat menyebut gunung itu, berada hanya 300 meter dari sisi barat daya Pulau Mahengetang. Titik kepundan gunung ditandai oleh keluarnya gelembung di antara bebatuan pada kedalaman 8 meter. Suhu air rata-rata di sana 37-38 derajat celcius. Di sejumlah lubang, keluar air panas yang tampaknya mampu membuat tangan telanjang melepuh bila coba-coba merogoh ke dalamnya.

Saya hanya sempat menyelam dua kali di sini. Pertama karena terlalu sore, pasang telah naik dan arus cukup kuat. Keesokan harinya kami turun tepat saat arus mati, yaitu masa antara pergantian arus pasang dan surut. Saat itu kita dapat menjelajahi topografi Banua Wuhu berupa bukit dan lembah tumpukan bebatuan berukuran besar. Kehidupan biota laut juga tak kalah menarik, koloni terumbu karang yang rapat dan sehat terhampar di kedalaman 10 hingga 20 meter.

Konon terdapat lorong bawah laut yang tembus dua arah. Masyarakat setempat menyelenggarakan upacara Tulude setiap akhir Januari. Dua minggu sebelum ritual tersebut, seorang tetua adat akan menyelam dengan membawa piring putih berisi emas ke lorong tersebut sebagai persembahan agar Banua Wuhu tidak murka.

Comment
sugito @ 01 February 2010 | 20:22
supaya bacanya enak, gak naik turun tulisannya, di gambar pada pojok kanan bagian bawah ada TULISAN PREV NEXT PAUSE, pilih PAUSE,.....nah enak kan bacanya, saya juga takjub, .........
Deavid @ 21 January 2010 | 18:31
I work for Tourism Ofice.. until now still do much efforts to stimulate the travel agents to put on concern of the beauty of Mahengetang'''''come to Sangihe Island North Sulawesi and experience the beauty of Under water volcano and also beautiful white sandy beaches around Mahengetang Island....Para Island, Kahakitang Island and Kalama Island posses tremendous place to your holiday....for more information send an e-mail to ' deavidmansauda@ymail.com
dwiman firdiachjat @ 10 January 2010 | 16:11
Subhanallah..
Fia @ 12 November 2009 | 18:13
@Badrusa: Fitur di Story ini ada option. Jika anda memang hanya konsen membaca teks/naskah, bisa mematikan (pause) player di bawah foto. Tapi jika ingin membaca sekalian slideshow foto ya tekan aja play. Atau jika tidak ingin menggunakan slideshow ya klik aja langsung thumbnail foto di samping. Salam
Badrusa @ 12 November 2009 | 17:12
ini webnya kok naik turun, jadi susah untuk di baca. saya aritikelnya bagus tapi naik turun jadi males Baca. tolong diperbaki yaa..
Post Your Comment
Other Photostory
Perjalanan ke Baduy Dalam
Bosan mengisi liburan sekolah di Jakarta? Cobalah…
Menyambangi Taman Nasional Komodo
Perjalanan menggunakan pesawat perintis jenis…
Penang, Pantai Barat Semenanjung Malaysia
 SEMUA orang tentu ingin berplesir nyaman…
Menggantungkan Hidup di Tali Tambang Pantai Timang
TALI tambang plastik sepanjang 200 meter berumur…
Semarak Opera Tio Ciu Pan
Ruang belakang panggung berangsur ramai.…
loading...
Loading